Muhammad Fadhlillah Rasyid Portfolio

Back

Eyecenter Indonesia

Bottom-Funnel Recovery untuk Suplemen Herbal Mata

Digital Marketing

Eyecenter.id masuk ke mejaku dengan masalah yang sebenernya cukup klasik campaign-nya jalan, CPL-nya murah, tapi closing-nya gak kemana-mana. Produknya suplemen herbal untuk mata, target pasarnya ada, dan iklannya udah nemu winning creative. Masalahnya justru di situ: terlalu nyaman sama yang udah winning sampai lupa bahwa audiens itu bisa jenuh. Skalanya mandek, tiap horizontal scaling malah ada campaign yang rusak, dan landing page-nya panjang banget bukan panjang yang informatif, tapi panjang yang bikin orang capek duluan sebelum baca sampai bawah.

Best CPL

Rp 7.000

Peak Closing Rate

40%

Duration

3 Bulan

Eyecenter Indonesia

Tantangan

3 Issues
1

Winning Creative yang Jadi Beban.

Kontennya emang proven, tapi udah terlalu lama dijalankan tanpa rotasi. Audiens udah hafal, skip rate naik, tapi tim ragu ganti karena takut performa drop. Klasik.

2

Horizontal Scaling yang Selalu Rusak.

Tiap kali duplikasi adset untuk scale, pasti ada yang collapse entah CPL-nya meledak atau reach-nya nol. Tanpa automation rule, semua harus dipantau manual dan itu menguras waktu.

3

Landing Page Kepanjangan + Ad Account Sering Restricted.

LP-nya terlalu panjang dan terlalu fokus ke fitur produk, bukan ke masalah pembaca. Di sisi lain, ad account-nya sering kena restricted ini yang paling ganggu karena tiap kena restrict, momentum campaign ikut mati.

Strategi

3 Applied

Rotasi Creative Terjadwal.

Daripada nunggu performa drop baru panik ganti konten, aku buat jadwal rotasi winning creative tetap jalan tapi digilir sama creative challenger baru setiap 2 minggu. Ini yang jaga audiens tetap segar.

Manual Monitoring Ketat + Basic Automation.

Karena belum ada tools automation yang proper, aku setup jam pantau rutin pagi-siang-malam dan pakai rule sederhana di Meta untuk auto-pause adset yang CPL-nya meledak tapi nol konversi.

LP Dipotong dan Diubah Angle-nya.

LP lama diaudit, elemen yang tidak berkontribusi ke konversi dibuang. Struktur baru pakai angle masalah dulu, solusi kemudian lebih pendek, lebih emosional, lebih fokus ke pembaca cold traffic yang belum kenal brand.

Industry

Health & Supplement
Herbal
E-commerce
Direct-to-Consumer

Timeline Project

Audit campaign aktif, review struktur ad account, dan identifikasi bottleneck. Ketemu langsung: winning creative udah terlalu lama jalan tanpa rotasi, dan LP belum pernah disentuh sama sekali sejak awal.

Bersihkan campaign yang rusak akibat horizontal scaling ugal-ugalan. Mulai rotasi creative secara berkala dan setup manual monitoring karena belum ada automation rule.

A/B test LP baru dengan angle problem-solution yang lebih singkat dan emotional. Paralel test interest baru lewat riset manual untuk cari audiens yang belum jenuh.

CR mulai naik kembali setelah LP baru dipakai. Campaign yang surviving diperkuat, yang underperform dipotong. Closing rate balik ke angka yang lebih sehat.

Tool & Platform

Meta Ads
Meta Ads
WordPress
WordPress
Elementor
Elementor

Project Screenshot

Eyecenter Indonesia

Performance Results

Traffic Intent Shift

Korelasi Lead Volume vs Closing Rate (Ilustrasi Penurunan Kualitas Traffic)

bar-interactive

Strategi Impact

3 Results
1

Campaign Bisa Jalan Lebih Stabil.

Setelah cleanup dan rotasi creative, horizontal scaling tidak lagi selalu berakhir dengan campaign rusak. Struktur ad account jadi lebih rapi dan lebih mudah dipantau.

2

Closing Rate Naik Kembali Setelah LP Dirombak.

Masalah utamanya memang bukan di iklannya, tapi di landing page-nya. Setelah LP baru live, CR yang sempat anjlok mulai recovery dan stabil di angka yang jauh lebih sehat.

3

Punya Sistem Monitoring yang Lebih Terstruktur.

Selama 3 bulan ini, aku bangun kebiasaan pantau yang lebih sistematis bukan cuma lihat angka, tapi tahu kapan harus potong dan kapan harus scale. Ini yang paling valuable buat tim setelah aku selesai.

Project TerbatasProject tidak ada Publikasi untuk Live Preview

Traffic Intent Distribution

Alokasi Budget berdasarkan Temperatur Audiens

donut
Prospecting (Cold Traffic)
Retargeting (Warm LP Viewers)
Retention (Hot Past Buyers)

Related Projects

Comfywear logo
Strategi Winning Campaign untuk Brand Fashion yang Mulai dari Nol

Comfywear itu tantangan yang berbeda dari Eyecenter. Kalau Eyecenter masalahnya di optimasi, Comfywear masalahnya lebih fundamental brand-nya belum dikenal, dan produknya bersaing langsung di segmen yang sudah dikuasai pemain besar. Produknya mirip Leslim, kemungkinan besar satu produsen beda label, tapi awareness-nya beda jauh. Aku masuk dengan budget yang dibatasi, tanpa winning creative, dan harus mulai dari nol cari angle yang works, cari audiens yang tepat, sambil tetap jaga pengeluaran. Tiga bulan yang lumayan menguras pikiran.

Baca Study Case

Colus logo
Strategi Full-Funnel: Skalasi Revenue Berkelanjutan Brand Colusmen

Ouzenmart adalah pemain kunci di industri e-commerce health & beauty, dengan Colusmen sebagai ujung tombak yang mendominasi ceruk male grooming Indonesia. Selama lima tahun, kami merancang dan mengeksekusi sistem pemasaran digital full-funnel yang adaptif terhadap disrupsi platform dan pergeseran perilaku konsumen.

Baca Study Case

Colis logo
Dominasi Market Produk Wanita: Skalasi ROI Lewat Eksekusi Full-Funnel

Sebagai motor penggerak di balik Ouzenmart, kami membawa brand Colis menembus red-ocean market beauty & skincare wanita di Indonesia. Selama 5 tahun, kami tidak sekadar menjalankan iklan; kami membangun arsitektur full-funnel yang tahan banting mempertahankan ROAS dan menekan CAC bahkan saat dihantam badai perubahan policy Meta Ads maupun pergeseran algoritma platform.

Baca Study Case

© 2026 Muhammad Fadhlillah Rasyid. All rights reserved.