Muhammad Fadhlillah Rasyid Portfolio
Digital Marketing
Ouzenmart adalah pemain kunci di industri e-commerce health & beauty, dengan Colusmen sebagai ujung tombak yang mendominasi ceruk male grooming Indonesia. Selama lima tahun, kami merancang dan mengeksekusi sistem pemasaran digital full-funnel yang adaptif terhadap disrupsi platform dan pergeseran perilaku konsumen.
367 Juta
12,7 Miliar
4.73 x

Tantangan
3 IssuesMarket Shift & Intent Anomaly.
Pandemi memicu penurunan sales hingga 20% YoY. Prioritas audiens bergeser drastis ke kebutuhan esensial, mengakibatkan sinyal intent di algoritma iklan menjadi tidak akurat.
Ad-Account Restriction & Compliance.
Upaya adaptasi narasi memicu restriksi akun massal oleh Meta. Kondisi ini memaksa dilakukannya reset total pada arsitektur kampanye dan strategi compliance untuk memulihkan stabilitas akun.
Fragmentasi Funnel & Data Silo.
Struktur iklan tidak terintegrasi (Silo). Absennya logika retargeting yang matang dan infrastruktur CRM membuat data pelanggan tidak terkapitalisasi, sehingga setiap rupiah iklan terbuang tanpa dampak jangka panjang.
Strategi
3 AppliedOverhaul funnel Engagement ke Conversion.
Ganti total konten hard-sell ke edukasi & UGC testimoni untuk build trust. Audit ketat pada standar copywriting guna menjamin compliance Meta Ads dan menjaga stabilitas akun dari restriksi.
Restrukturisasi pricing architecture.
Implementasi strategi Bundle & Tiered Offers untuk dongkrak Average Order Value (AOV) tanpa merusak margin. Produksi konten masif dijalankan guna mendukung A/B testing rutin untuk menemukan winning creative di setiap segmen.
Optimasi Landing Page & Data Retention.
Redesain LP untuk minimalisir friction, percepat load speed, dan sinkronisasi pesan guna mengejar Quality Score. Implementasi workflow CRM dasar untuk capture data pasca-beli sebagai fondasi lifecycle campaign dan repeat buyer rate.
Industry
Timeline Project
Start Bekerja Sebagai Advertiser, Menghandel Beberapa Produk Cowok & Cewek, Menjalankan Iklan & Scale-Up
Covid-19 datang menghantam pasar Online, Layoff Dimana-mana, Market Drop, Omset Perusahaan Turun Drastis, Buyer persona hancur karena karantina
Atur Strategy, Main Ads Lebih Agresif coba Platform Baru Tiktok Ads, Revenue Mulai Kelihatan, Strategy Konten & Funnel kita perbarui hingga Bawah
Menghandel beberapa Tim Digital Marketer, Bangun Retention dengan Re-Marketing Ads, Merapikan Funnel Tengah-Bawah untuk mendapatkan CPA Semurah Mungkin
Tool & Platform










Project Screenshot

Performance Results
Campaign Performance Colusmen
Spending Ads vs Revenue Ads
Strategi Impact
3 ResultsSales Channel Colusmen
Ouzenmart Sales Channel Performance
Related Projects

Dominasi Market Produk Wanita: Skalasi ROI Lewat Eksekusi Full-Funnel
Sebagai motor penggerak di balik Ouzenmart, kami membawa brand Colis menembus red-ocean market beauty & skincare wanita di Indonesia. Selama 5 tahun, kami tidak sekadar menjalankan iklan; kami membangun arsitektur full-funnel yang tahan banting mempertahankan ROAS dan menekan CAC bahkan saat dihantam badai perubahan policy Meta Ads maupun pergeseran algoritma platform.

Analisa Bottleneck Funnel Menjaga Profitabilitas Brand Leslim di Meta Ads
Sebagai advertiser di Leslim Store (UMKM fashion wanita), aku memecahkan anomali klasik Meta Ads: omset anjlok tajam di bulan ke-4 padahal Cost Per Lead (CPL) tetap murah. Masalahnya bukan pada algoritma, melainkan ad fatigue dan Landing Page yang gagal mengonversi cold traffic. Studi kasus ini mendokumentasikan caraku membedah kebocoran funnel, memutus ilusi vanity metrics, dan merombak infrastruktur campaign untuk mengembalikan stabilitas profit bisnis.

Strategi Winning Campaign untuk Brand Fashion yang Mulai dari Nol
Comfywear itu tantangan yang berbeda dari Eyecenter. Kalau Eyecenter masalahnya di optimasi, Comfywear masalahnya lebih fundamental brand-nya belum dikenal, dan produknya bersaing langsung di segmen yang sudah dikuasai pemain besar. Produknya mirip Leslim, kemungkinan besar satu produsen beda label, tapi awareness-nya beda jauh. Aku masuk dengan budget yang dibatasi, tanpa winning creative, dan harus mulai dari nol cari angle yang works, cari audiens yang tepat, sambil tetap jaga pengeluaran. Tiga bulan yang lumayan menguras pikiran.
