Muhammad Fadhlillah Rasyid Portfolio
Digital Marketing
Miloveskin itu produk yang secara konsep menarik masker wajah dengan varian rasa, harga terjangkau di angka 32rb per sachet, dan target market Gen-Z yang secara demografi aktif banget di Meta. Di atas kertas harusnya gampang. Kenyataannya? Volume penjualannya paling tinggi di antara semua produk MOC yang aku handle, tapi ROAS-nya cuma nangkring di angka 2.xx artinya budget ads-nya hampir tidak ketutup. Ini bukan masalah produknya, ini masalah funnel-nya. LP ke WhatsApp dengan pain point yang tidak ngena, ditambah harga produk yang murah bikin margin untuk ads sangat mepet.
Rp 12.000
Rp 18.000
2.4x

Tantangan
3 IssuesROAS 2.xx di Produk Murah itu Berbahaya.
Harga 32rb per sachet itu menarik untuk konsumen, tapi untuk iklan itu margin-nya sangat tipis. ROAS 2x di produk dengan harga segini hampir pasti tidak nutup biaya ads ditambah operasional.
LP Tidak Boleh Disentuh, Tapi Pain Point-nya Meleset.
LP existing milik reseller itu tidak bisa diotak-atik karena bukan aset aku. Sementara isinya tidak nyambung sama Gen-Z terlalu formal, terlalu feature-driven, tidak ada urgency yang relevan.
LPV Anjlok dari 86% ke 40%.
Ini yang paling mengkhawatirkan. Orang klik iklan tapi tidak mau baca LP-nya sampai selesai artinya ada disconnect antara ekspektasi dari iklan dan apa yang mereka temukan di LP.
Strategi
3 AppliedBuat Duplicate LP Sendiri Pakai HTML.
Karena LP reseller tidak bisa diubah, aku buat versi LP-ku sendiri dengan copywriting yang lebih conversational, angle masalah kulit yang lebih relatable ke Gen-Z, dan struktur yang lebih pendek dan langsung ke CTA.
Rotasi Angle Creative Secara Berkala.
CTR yang turun itu sinyal audiens mulai bosan. Aku paksa rotasi angle setiap 2 minggu dari lifestyle, ke testimoni, ke before-after untuk jaga freshness konten.
Pisah Audiens Reseller dan Company Campaign.
Overlap audiens antar reseller itu nyata dan ini yang mempercepat fatigue. Aku bantu buat struktur audience exclusion sederhana supaya campaign tidak saling kanibal.
Industry
Timeline Project
Review LP existing, analisa campaign history reseller, dan identifikasi masalah utama: pain point di LP tidak relevan dengan Gen-Z, dan CTR konten mulai melemah.
LP tidak boleh diotak-atik langsung, jadi aku buat duplicate LP versi sendiri pakai HTML dengan angle yang lebih relatable ke audiens Gen-Z. CPL sempat turun ke 12rb selama beberapa minggu.
LPV merosot dari 86% ke 40%. CTR konten turun dari 2.1% ke 1.xx%. Campaign yang sempat stabil mulai goyah lagi sinyal audiens mulai jenuh dengan angle yang sama.
Fokus ke segmentasi audiens yang lebih ketat dan rotasi creative. ROAS tetap di 2.xx secara volume penjualan tertinggi, tapi margin ads tidak ideal untuk LP-WA dengan harga produk segini.
Tool & Platform



Project Screenshot

Performance Results
LPV vs CTR Trend
Landing Page View Rate vs CTR Konten Miloveskin 2022
Strategi Impact
3 ResultsFunnel Performance
Distribusi Performa Funnel Miloveskin
Related Projects

Dari Winning ke Drop Autopsi Performance Campaign Suplemen Penambah Berat Badan
Trugain masuk dengan modal yang harusnya kuat produk suplemen penambah berat badan dengan endorse seleb papan atas. Awareness-nya ada, social proof-nya ada, dan awalnya campaign-nya memang jalan dengan baik. Tapi seperti banyak campaign yang terlalu bergantung pada satu winning angle, begitu audiens mulai jenuh semuanya turun cepat. CPL terakhir di angka 17rb untuk funnel LP ke WhatsApp angka yang terasa mahal kalau dibandingkan potensi yang harusnya bisa dicapai produk dengan backing endorse sekelas ini.

Deep Dive Performance Campaign Suplemen Penambah Berat Badan
MWGain itu saudara kandungnya Trugain kategori produk sama, segmen sama, bahkan kemungkinan besar satu produsen. Tapi datanya beda jauh. LPV-nya stabil di 68%, CTR kontennya 2.4%, dan targeting-nya lebih rapi. Ini yang bikin MWGain jadi produk dengan performa ads paling solid di antara semua yang aku handle di MOC. Bukan karena produknya lebih bagus, tapi karena LP-nya kebetulan lebih baik dan struktur targeting-nya lebih disiplin dari awal.

Remarketing Campaign Kesehatan Mata dengan Iterasi Audience dan LP Form
Smartvision itu berbeda dari tiga produk MOC lainnya dalam satu hal penting funnelnya pakai form, bukan WhatsApp. Dan itu mengubah segalanya. Karena dengan form, friction-nya lebih tinggi tapi kualitas lead-nya harusnya lebih terfilter. Di sini aku fokus ke remarketing campaign dengan lookalike audience 1-2% dan broad interest sambil testing LP mati-matian karena ini produk yang paling mirip dengan Eyecenter yang udah pernah aku handle sebelumnya di CYV.
