Muhammad Fadhlillah Rasyid Portfolio

Back

Trugain

Dari Winning ke Drop Autopsi Performance Campaign Suplemen Penambah Berat Badan

Digital Marketing

Trugain masuk dengan modal yang harusnya kuat produk suplemen penambah berat badan dengan endorse seleb papan atas. Awareness-nya ada, social proof-nya ada, dan awalnya campaign-nya memang jalan dengan baik. Tapi seperti banyak campaign yang terlalu bergantung pada satu winning angle, begitu audiens mulai jenuh semuanya turun cepat. CPL terakhir di angka 17rb untuk funnel LP ke WhatsApp angka yang terasa mahal kalau dibandingkan potensi yang harusnya bisa dicapai produk dengan backing endorse sekelas ini.

CPL Terbaik

Rp 13.000

CPL Akhir

Rp 17.000

Durasi

4 Bulan

Trugain

Tantangan

3 Issues
1

Winning Campaign yang Terlalu Cepat Jenuh.

Endorse seleb papan atas itu powerful tapi tidak kebal fatigue. Begitu audiens warm habis terekspos, cold traffic butuh angle yang berbeda dan saat itu belum ada cadangan creative yang siap.

2

CPL 17rb untuk LP-WA itu Mahal.

Funnel LP ke WhatsApp punya friction lebih tinggi dari CTWA. Di angka CPL segitu, margin untuk profit tipis kecuali closing rate-nya sangat tinggi dan itu tidak terjadi.

3

LP Pain Point Tidak Ngena ke Cold Traffic.

LP existing terlalu fokus ke fitur produk dan testimoni tanpa membangun masalah dulu. Cold audience yang belum kenal brand perlu diedukasi masalahnya sebelum diajak beli.

Strategi

3 Applied

Diversifikasi Angle Creative dari Konten Endorse.

Konten seleb dipecah jadi beberapa angle berbeda bukan cuma promo langsung, tapi juga storytelling perjalanan, edukasi gizi, dan social proof dari pengguna biasa untuk balance credibility.

Duplicate LP dengan Struktur Problem-First.

LP HTML baru dibuat dengan struktur: agitasi masalah susah gemuk dulu, baru masuk ke solusi produk. Ini yang bikin cold audience lebih engage sebelum sampai ke CTA WhatsApp.

Audience Segmentasi Lebih Ketat.

Pisah campaign untuk audiens yang pernah lihat konten endorse vs cold traffic murni keduanya butuh pendekatan creative dan LP angle yang berbeda.

Industry

Health & Supplement
E-commerce
Direct-to-Consumer

Timeline Project

Audit campaign aktif, review creative yang sedang jalan, dan analisa historis performa. Campaign winning masih berjalan tapi sinyal fatigue sudah mulai kelihatan dari CPL yang mulai merangkak naik.

Rotasi creative dengan leverage konten endorse dari berbagai angle sebelum-sesudah, testimoni, edukasi manfaat. CPL sempat stabil tapi tidak bisa turun signifikan.

Fokus beralih ke LP. Pain point di LP tidak cukup kuat untuk audiens cold traffic yang belum familiar dengan brand. Buat duplicate LP HTML dengan angle masalah yang lebih tajam.

CPL final di 17rb. Campaign tidak berhasil balik ke performa awal. Dokumentasi temuan untuk tim internal MOC dilanjutkan.

Tool & Platform

Meta Ads
Meta Ads
WordPress
WordPress
RevealBot (Birch)
RevealBot (Birch)
Looker Studio
Looker Studio

Project Screenshot

Trugain

Performance Results

CPL Trend Trugain

Pergerakan CPL Mingguan Campaign Trugain 2022

bar-interactive

Strategi Impact

3 Results
1

Identifikasi Bahwa Masalah Utama Ada di Funnel, Bukan Produk.

Endorse seleb sudah cukup kuat untuk awareness. Yang bocor adalah konversi dari LP ke WhatsApp ini yang jadi rekomendasi utama ke tim MOC untuk dibenahi.

2

Duplicate LP Berhasil Kurangi Bounce.

LP versi HTML dengan angle problem-first menunjukkan LPV yang lebih baik dibanding LP original meski tidak sempat di-scale penuh sebelum engagement selesai.

3

Dokumentasi Campaign History yang Lebih Terstruktur.

Dari 4 bulan ini, tim MOC punya data yang lebih jelas soal kapan campaign mulai jenuh dan creative apa yang punya lifespan paling panjang.

Project TerbatasProject tidak ada Publikasi untuk Live Preview

Creative Performance Split

Distribusi Performa Berdasarkan Tipe Creative

donut
Endorse Content
Testimoni UGC
Edukasi & Infografis

Related Projects

MWGain logo
Deep Dive Performance Campaign Suplemen Penambah Berat Badan

MWGain itu saudara kandungnya Trugain kategori produk sama, segmen sama, bahkan kemungkinan besar satu produsen. Tapi datanya beda jauh. LPV-nya stabil di 68%, CTR kontennya 2.4%, dan targeting-nya lebih rapi. Ini yang bikin MWGain jadi produk dengan performa ads paling solid di antara semua yang aku handle di MOC. Bukan karena produknya lebih bagus, tapi karena LP-nya kebetulan lebih baik dan struktur targeting-nya lebih disiplin dari awal.

Baca Study Case

Smartvision logo
Remarketing Campaign Kesehatan Mata dengan Iterasi Audience dan LP Form

Smartvision itu berbeda dari tiga produk MOC lainnya dalam satu hal penting funnelnya pakai form, bukan WhatsApp. Dan itu mengubah segalanya. Karena dengan form, friction-nya lebih tinggi tapi kualitas lead-nya harusnya lebih terfilter. Di sini aku fokus ke remarketing campaign dengan lookalike audience 1-2% dan broad interest sambil testing LP mati-matian karena ini produk yang paling mirip dengan Eyecenter yang udah pernah aku handle sebelumnya di CYV.

Baca Study Case

Miloveskin logo
Menambal Funnel yang Bocor Turnaround ROAS Masker Wajah untuk Audiens Gen-Z

Miloveskin itu produk yang secara konsep menarik masker wajah dengan varian rasa, harga terjangkau di angka 32rb per sachet, dan target market Gen-Z yang secara demografi aktif banget di Meta. Di atas kertas harusnya gampang. Kenyataannya? Volume penjualannya paling tinggi di antara semua produk MOC yang aku handle, tapi ROAS-nya cuma nangkring di angka 2.xx artinya budget ads-nya hampir tidak ketutup. Ini bukan masalah produknya, ini masalah funnel-nya. LP ke WhatsApp dengan pain point yang tidak ngena, ditambah harga produk yang murah bikin margin untuk ads sangat mepet.

Baca Study Case

© 2026 Muhammad Fadhlillah Rasyid. All rights reserved.