Muhammad Fadhlillah Rasyid Portfolio

Back

Smartvision

Remarketing Campaign Kesehatan Mata dengan Iterasi Audience dan LP Form

Digital Marketing

Smartvision itu berbeda dari tiga produk MOC lainnya dalam satu hal penting funnelnya pakai form, bukan WhatsApp. Dan itu mengubah segalanya. Karena dengan form, friction-nya lebih tinggi tapi kualitas lead-nya harusnya lebih terfilter. Di sini aku fokus ke remarketing campaign dengan lookalike audience 1-2% dan broad interest sambil testing LP mati-matian karena ini produk yang paling mirip dengan Eyecenter yang udah pernah aku handle sebelumnya di CYV.

Best Lookalike

1%

Optimal Form Fields

3 Field

Durasi

4 Bulan

Smartvision

Tantangan

3 Issues
1

Form Friction Lebih Tinggi dari WA, Tapi Itu Memang Tujuannya.

Tidak semua orang mau isi form tapi yang mau isi biasanya lebih serius. Tantangannya adalah bikin LP yang cukup meyakinkan untuk orang melewati friction ini.

2

Testing LP yang Tidak Pernah Beres.

Dengan funnel form, variabel yang harus ditest lebih banyak panjang form, jumlah field, angle headline, urutan konten. Ini yang bikin testing-nya terasa tidak ada ujungnya.

3

Lookalike vs Broad Interest: Keduanya Ada Trade-off.

Lookalike 1-2% lebih presisi tapi audience-nya cepat habis. Broad interest volume-nya besar tapi CPL-nya lebih mahal dan lead quality-nya lebih mixed.

Strategi

3 Applied

Struktur Remarketing Berlapis.

Pisah remarketing berdasarkan kedalaman engagement yang pernah lihat LP tapi tidak isi form dapat angle urgency, yang pernah mulai isi tapi tidak submit dapat reminder yang lebih soft.

Form Dipersingkat ke Minimum Viable Fields.

Dari testing, form dengan 3 field (nama, nomor, keluhan mata) perform lebih baik dari yang 6 field. Friction turun, submission rate naik.

Split Test Lookalike vs Broad dengan Budget yang Sama.

Jalankan keduanya secara paralel dengan budget identik selama 2 minggu. Data yang ngomong mana yang lebih efisien bukan asumsi.

Industry

Health & Supplement
Eye Health
E-commerce
Direct-to-Consumer

Timeline Project

Bangun struktur remarketing dari nol. Setup custom audience dari pixel data, buat lookalike 1% dan 2% dari basis konverter terbaik, dan mulai testing LP form pertama.

Jalankan beberapa varian LP form secara paralel beda angle, beda panjang form, beda CTA. Broad interest ditest bersamaan untuk bandingin cost per lead vs lookalike.

Data dari testing bulan 2 dianalisa. Lookalike 1% menunjukkan kualitas lead lebih baik dibanding broad interest meski volume-nya lebih kecil. LP dengan angle masalah mata spesifik perform lebih baik.

Scale LP dan audience terbaik. Fokus ke efisiensi cost per form submission sambil jaga kualitas lead yang masuk ke tim sales.

Tool & Platform

Meta Ads
Meta Ads
WordPress
WordPress
RevealBot (Birch)
RevealBot (Birch)
Looker Studio
Looker Studio

Project Screenshot

Smartvision

Performance Results

Lead Quality: Lookalike vs Broad

Perbandingan Volume & Kualitas Lead per Audience Type

bar-interactive

Strategi Impact

3 Results
1

Lookalike 1% Terbukti Lebih Efisien untuk Kualitas Lead.

CPL-nya sedikit lebih mahal dari broad, tapi lead quality-nya jauh lebih baik lebih sedikit yang tidak diangkat teleponnya dan lebih banyak yang serius.

2

LP Form Pendek Menang atas LP Form Panjang.

Ini temuan yang konsisten di semua varian yang ditest. Tiga field optimal, lebih dari itu submission rate turun signifikan.

3

Remarketing Berlapis Kurangi Pemborosan Budget.

Dengan segmentasi yang lebih ketat, budget tidak habis untuk re-target orang yang sudah jelas tidak tertarik. Fokus ke yang masih hangat.

Project TerbatasProject tidak ada Publikasi untuk Live Preview

Remarketing Funnel Distribution

Segmentasi Audience Remarketing Smartvision

donut
LP Viewers (Not Converted)
Partial Form Submit
Lookalike dari Konverter

Related Projects

Trugain logo
Dari Winning ke Drop Autopsi Performance Campaign Suplemen Penambah Berat Badan

Trugain masuk dengan modal yang harusnya kuat produk suplemen penambah berat badan dengan endorse seleb papan atas. Awareness-nya ada, social proof-nya ada, dan awalnya campaign-nya memang jalan dengan baik. Tapi seperti banyak campaign yang terlalu bergantung pada satu winning angle, begitu audiens mulai jenuh semuanya turun cepat. CPL terakhir di angka 17rb untuk funnel LP ke WhatsApp angka yang terasa mahal kalau dibandingkan potensi yang harusnya bisa dicapai produk dengan backing endorse sekelas ini.

Baca Study Case

MWGain logo
Deep Dive Performance Campaign Suplemen Penambah Berat Badan

MWGain itu saudara kandungnya Trugain kategori produk sama, segmen sama, bahkan kemungkinan besar satu produsen. Tapi datanya beda jauh. LPV-nya stabil di 68%, CTR kontennya 2.4%, dan targeting-nya lebih rapi. Ini yang bikin MWGain jadi produk dengan performa ads paling solid di antara semua yang aku handle di MOC. Bukan karena produknya lebih bagus, tapi karena LP-nya kebetulan lebih baik dan struktur targeting-nya lebih disiplin dari awal.

Baca Study Case

Miloveskin logo
Menambal Funnel yang Bocor Turnaround ROAS Masker Wajah untuk Audiens Gen-Z

Miloveskin itu produk yang secara konsep menarik masker wajah dengan varian rasa, harga terjangkau di angka 32rb per sachet, dan target market Gen-Z yang secara demografi aktif banget di Meta. Di atas kertas harusnya gampang. Kenyataannya? Volume penjualannya paling tinggi di antara semua produk MOC yang aku handle, tapi ROAS-nya cuma nangkring di angka 2.xx artinya budget ads-nya hampir tidak ketutup. Ini bukan masalah produknya, ini masalah funnel-nya. LP ke WhatsApp dengan pain point yang tidak ngena, ditambah harga produk yang murah bikin margin untuk ads sangat mepet.

Baca Study Case

© 2026 Muhammad Fadhlillah Rasyid. All rights reserved.