Muhammad Fadhlillah Rasyid Portfolio

Insight

Marketing itu ga butuh Strategi, Karena Marketing itu sendiri merupakan Strategi

Muhammad Fadhlillah Rasyid

Published - 23 Mei 2025

Marketing itu ga butuh Strategi, Karena Marketing itu sendiri merupakan Strategi

Latar Belakang

Sebenarnya ini adalah bentuk sindiran halus terhadap pemahaman sebagian orang yang masih suka salah kaprah soal istilah “marketing” dan “strategi”. Banyak yang bertanya, “Strategi marketing kamu bulan ini apa ?” pertanyaan yang terdengar biasa bagi kita sebagai praktisi, tapi jujur aja, kadang bikin ketawa-ketawa sendiri karena jawabannya ya… semua itu udah strategi dari marketing itu sendiri.

Jadi, kalau kamu ditanya seperti itu, jawaban reflekmu pasti akan seperti ini: “Gw pake Google Ads, lalu ada campaign di Instagram, influencer juga, contentnya dibuat gini-gini biar engagement naik…” Ya itu semua bagian dari strategi marketing. Jadi, pertanyaannya sebenarnya agak redundant karena marketing itu sendiri adalah proses merancang, memilih, dan menjalankan berbagai strategi untuk mencapai tujuan bisnis.

Lalu, apa sih Marketing itu?

Kalau mau dipersimpel, marketing itu bukan sekadar iklan atau promosi. Marketing adalah seni menarik perhatian, menciptakan kebutuhan, bahkan membuat orang yang tadinya tidak tertarik jadi ingin tahu, lalu percaya, hingga akhirnya membeli.

Analogi sederhananya begini, Kamu mau pergi mancing ikan. Kamu punya dua pilihan:

  1. Manual berenang ke tengah laut, cari ikan satu-satu, tangkap pakai tangan kosong (mirip sales).
  2. Pakai alat beli pancing, umpan, joran, dan teknik tertentu untuk menarik ikan datang ke arahmu (itu baru namanya marketing).

Dan semua pilihan yang kamu ambil dalam analogi kedua itulah yang disebut strategi

Jadi, bisa dibilang… marketing itu sendiri adalah kumpulan strategi. Ia bukan hanya aktivitas, tapi lebih kepada perencanaan cerdas untuk mendekati pasar dengan cara yang efektif dan relevan.

Kenapa Marketing Tidak Perlu Ditanya “Apa Strateginya”?

Karena setiap langkah yang diambil oleh seorang marketer sudah pasti berdasarkan strategi. Entah itu strategi branding, positioning, targeting, komunikasi, distribusi, hingga retensi pelanggan. Semua itu termasuk dalam ruang lingkup marketing.

Tapi sayangnya, banyak orang di luar sana mengira bahwa strategi itu adalah sesuatu yang berbeda dari marketing. Padahal, marketing itu sendirilah implementasi dari strategi tersebut. Ibaratnya, jika strategi adalah rencana perang, maka marketing adalah pasukan yang menjalankannya di medan tempur.

Marketing = Strategi + Eksekusi + Evaluasi

Seorang digital marketer profesional nggak cuma asal pasang iklan atau bikin konten random. Mereka selalu punya pertimbangan di balik setiap keputusan:

  • Kenapa pilih platform ini?
  • Kenapa target usia segini?
  • Kenapa waktu posting jam segini?
  • Kenapa menggunakan tone of voice begini?

Semua itu adalah hasil dari riset, analisa data, pengalaman, dan tentu saja… strategi.

Jadi, kalau kamu sebagai marketer sering ditanya, “Strategimu apa?” , jawab aja dengan santai dan bijak: “Seluruh aktivitasku adalah strategi, tinggal lihat hasilnya nanti apakah cocok dengan tujuan bisnis.”

Jadi, Apa Bedanya “Strategi” dan “Marketing” ?

Bayangkan kamu lagi di dapur, mau masak mie goreng. Trus tiba-tiba ada orang bertanya, “Strategimu buat masak mie ini apa?” Kamu pasti mikir, “Lah iya lah, gw panasin minyak dulu, rebus mie, tumis bawang, baru campur semua. Itu kan strategi?”

Pasti ditolak mentah-mentah. Tapi kalau kamu mulai dari kenalan, kasih perhatian, cerita lucu, sesekali kirim nyanyian galau nah itu baru namanya strategi marketing yang halus dan elegan 💘

Begitu juga saat kita promosi produk. Harus ada proses membangun rasa percaya, ketertarikan, dan akhirnya aksi beli. Dan semua itu, teman-teman… adalah strategi.

Kenapa Pertanyaan “Strategi Marketing” Sering Bikin Mikir Keras?

Karena terkadang, yang nanya belum paham bahwa marketing itu sendiri adalah proses strategis. Mereka pikir strategi itu sesuatu yang terpisah, seperti dokumen rahasia yang disimpan di brankas. Padahal, strategi itu hidup di setiap langkah, setiap ide, dan setiap keputusan yang diambil oleh tim marketing.

Dan kalau kamu pernah merasa bingung harus jawab apa saat ditanya strategi bulanan, tenang… itu wajar. Soalnya kamu lagi diminta menjelaskan air laut sambil membawa botol kecil isinya. Jawabanmu pasti cuma bisa mewakili sedikit dari keseluruhan ombak besar di balik cerita bisnis.

Intinya?

Marketing itu bukan sekadar posting konten atau pasang iklan. Ia adalah seni menyusun strategi secara cermat, melibatkan logika, emosi, dan pengalaman pelanggan.

Dan kalau kamu masih sering ditanya, “Strategimu apa?” , jawab aja dengan senyum: “Semua aktivitas saya adalah bagian dari strategi. Tinggal lihat hasilnya nanti, apakah audiens suka, atau malah unfollow 😅.”

Kesimpulan

Marketing itu bukan hanya eksekusi, tapi juga perencanaan. Dan perencanaan itu sendiri adalah strategi. Jadi, bisa dibilang marketing itu adalah strategi yang hidup dan bergerak dalam bentuk aktivitas nyata.

Jadi, next time kalau ada bos atau client tanya, “Strategimu bulan ini apa?” , jawab aja dengan tenang dan penuh percaya diri: “Saya sedang fokus pada strategi customer journey mapping, conversion funnel optimization, dan brand awareness melalui kombinasi paid media dan organic content. Semua dilandasi dengan riset audience yang solid.”

Setelah itu, lanjutkan dengan penjelasan singkat, biar mereka paham kalau kamu bukan cuma asal klik iklan 😎

Dengan begitu, kamu nggak cuma jadi marketer, tapi juga strategist sekaligus storyteller yang mampu menjual ide dengan baik.

Dan ingat, marketing is not just about selling , tapi tentang membangun hubungan .

Belum ada pencarian

Belum Ada Pencarian

Mulai ketik untuk mencari artikel berdasarkan judul atau tag.

Populer Tags
digital marketingmarketing strategymarketing funnelcustomer journeybrand awarenessperformance marketingbusiness mindsetMarketing FrameworkCustomer JourneyBrand AwarenessPerformance Marketing

© 2026 Muhammad Fadhlillah Rasyid. All rights reserved.